Agis Limbong Berharap Purwakarta Bisa Lebih Baik Lagi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TOKOH Pemuda di Kecamatan Sukatani, Agis Limbong mengatakan, komponen masyarakat yang mendapatkan adanya penegakan supremasi hukum di Purwakarta perlu mendapat dukungan, kritik konstruktif terhadap para pemangku jabatan wajib di budayakan.

Hal itu dikatakan Agis saat ditanya sejumlah terkait dengan Kabupaten Purwakarta saat ini, Rabu(14/8) malam.

Menurutnya, secara umum, Purwakarta semakin dinamis, demokratis, dan terbuka. Kondisi tersebut bisa dijadikan sebagai jembatan untuk menuju Purwakarta ke arah yang lebih baik. ” Banyak komponen yang punya kekuatan sebagai pelaku kontrol sosial untuk mengawal rezim agar tak menyimpang,” kata Agis seraya menjelaskan, sebut saja misalnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pers, dan para tokoh politik atau agama.

Akan tetapi, Agis menyayangkan dalam praktiknya tak sedikit pelaku kontrol sosial yang hanya mencari azas manfaat. Dengan kata lain, mereka minim idealisme, sehingga mudah goyah atau rapuh. Dampaknya, lanjut Agis, daya kritis mereka menjadi berkurang atau hilang di tengah jalan.

” Seseorang atau komunitas tertentu yang mendambakan Purwakarta semakin keren, mesti menjadikan idealisme sebagai prinsip yang tak boleh ditawar lagi,” kata Agis yang tercatat sebagai Ketua Baladiana, sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial.

Saat ini, masih kata Agis, Purwakarta sedang diguncang kasus korupsi SPPD Fiktif, ini saat yang tepat untuk membuktikan sebesar apa rasa idealisme kita dalam menyoroti kasus yang menghebohkan itu,

Dia percaya banyak komponen masyarakat yang konsisten dengan perjuangannya. Ekspektasi masyarakat sedemikian tinggi. Bagi pelaku kontrol sosial yang tetap konsisten, maka akan mendapat ganjaran berupa kepercayaan masyarakat.

“Sebaliknya, jika pergerakan tanpa dibarengi idealisme, maka akan mendapat cemoohan dari masyarakat,” ujar Agis yang juga dikenal sebagai pengusaha jasa konstruksi ini. (Rls/JER-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.