Duuuh, Warga di Duga di Pinta 250 Ribu Untuk Bikin e-KTP, KK dan Surat Pindah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KARAWANG – Meski Pemerintah sudah menggratiskan pembuatan E-KTP, KK dan Akta Kelahiran. Tapi masih saja banyak oknum yang memanfaatkan. Contohnya, di Dusun Kondang Desa Karangjaya Kecamatan Pedes Karawang. Pembuatan e-KTP dan KK diduga ajang pungli pasalnya masyarakat Dusun Kondang masih mengeluhkan pembuatan e-KTP dan KK yang dipungut biaya nominalnya Rp.250 ribu oleh Kepala Dusun Kondang, tentunya sangat merugikan warga setempat dan sangat menguntungkan Kepala Dusun tersebut.

Menurut Sukaeaih (42) Untuk pembuatan e-KTP, KK dan Surat Pindah saja warga sampai ada yang dibebankan Rp 250 ribu. Dalihnya pun klasik, untuk administrasi. Tapi meski begitu, warga pun memaklumi, namun hal tersebut tetapi sangat di sayangkan oleh warga pasal nya meskipun warga sudah membayar Rp. 250 ribu tapi saat ini e-KTP dan KK sudah berbulan-bulan belum juga jadi.

Padahalkan Pemerintah selalu mengatakan gratis. Tapi tidak masalahlah kami harus bayar kalau pembuatannya cepat. Jangan sampai berbulan-bulan, karena saya buat e-KTP dan KK sudah lama tapi kok belum juga jadi , “ungkapnya.

Dari penelusuran Media Online Jabar Expose Raya pembuatan Akta kelahiran, perekaman e-KTP dan pembuatan kartu keluarga (KK) hampir di seluruh Dusun Kondang Desa Karangjaya, di duga  diminta oleh oknum Kepala Dusun Kondang dengan nominal yang variatif, antara Rp 100 s/d Rp 250 ribu per pemohon.

Hal senada juga disampaikan ibu Sutasmah selaku masyarakat Dusun Kondang mengatakan, ” memang Benar Mas, kami dimintain uang sebesar Rp, 150 sampai dengan 200 Ribu mas.” Untuk pembuatan e-KTP, KK dan surat pindah saja kami harus bayar sebesar 200ribu itu pun prosesnya sangat lama sekali. Sudah enam bulan loh tapi belum selesai-selesai juga ” ungkapnya dengan nada marah.

Berharap, kepada Dinas-Dinas terkait baik itu dari dinas kependudukan dan catatan sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Karawang dan SATGAS SABER PUNGLI untuk Tindak Tegas Oknum Kepala Dusun Kondang yang di diduga melakukan pengutan liar. (PUNGLI) dan masyarakat Dusun Kondang jelas sangat terbebani karena adanya pungutan liar ini, ” Harapnya.

Terpisah, Kepala Dusun Kondang Desa Karangjaya, Ende saat di konfimasi menjelaskan, ” e-KTP dan KK memang belum selesai dikarenakan ada kekurangan persyaratan yaitu surat keterangan COVID, terkait pungutan Ende mengatakan hanya di kasih 100 Ribu, ‘ ucapnya.

ACA selaku Kepala Desa Karangjaya saat di konfirmasi oleh awak media mengatakan, ” Saya benar- benar tidak tahu terkait adanya pungutan itu, hari ini saya akan panggil Kadus Kondang dan kalau memang tetbukti maka saya kasih tegurun dulu,” Ujar ACA. (rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.