Ketua LSM Lodaya Dadang : Polres Purwakarta di Harapkan Usut Tuntas Penggalian Tanah Merah di Lokasi Perhutani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Purwakarta, Jabarexposeraya . –   Ketua LSM Lodaya Puragabaya Indonesia  H. Dadang Prasojo menegaskan, Polres Purwakarta harus  mengusut tuntas kasus galian tanah yang diduga illegal di lahan Perhutani.

Hal itu dikatakannya kepada Jabarexposeraya.Com di rumahnya Kamis (29/04/21). Menurutnya, pengusaha itu cukup berani padahal sangsi hukum galian illegal cukup berat.

Dijelaskannya, berdasarkan undang undang no 04 tahun 2009 setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dengan sangsi di pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 milyar.

” Apalagi ini di lahan Perhutani jelas pencurian,” kata Bang  Tigor panggilan akrabnya seraya menyebutkan, pengusaha itu bisa dikenakan pasal berlapis.

Sedangkan lokasi galian tersebut, lanjutnya,  berada di Petak 39c RPH Campaka/Cibungur BKPH Sadang kelas Hutan TKL dengan jenis tanaman Acaccia Mangium tahun 2005 luas baku 55,37 Ha Blok Cilaja. Lokasi ini masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Cicadas Kecamatan Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta.

Menurut Bang Tigor, pihak Lodaya  mengapresiasi tindakan yang dilakukan Perum Perhutani yang melakukan tindakan tegas dengan menutup galian tanah merah tersebut.

Ia menambahkannya, pihak LSM Lodaya akan mendorong dan mensuport pihak Perhutani dalam penegakan hukum yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab atas tanah aset Perhutani Blok Cilaja Desa Cicadas Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta.

“Pengusaha tersebut telah menggarap sekitar 0,5 Ha dari luas seluruhnya 55 Ha, ” jelas Bang Tigor seraya menambahkan, untuk itu diharapkan Polres Purwakarta mengusutnya sampai tuntas kasus ini. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.