Jalan Syeh Baing Yusuf Resmi Gantikan Nama Jalan Baru

PURWAKARTA, jabarexposeraya.com – Syekh Baing Yusup seorang ulama besar asal Sunda yang hidup di paruh pertama abad ke-19 dan menjadi kiblat keilmuan para ulama pada zamannya. Sayangnya sosoknya telah dilupakan oleh generasi masa sekarang ini.

Syekh Baing Yusuf adalah guru dari Syekh Nawawi Banten (w. 1897), Syekh Asy’ari Bakom Bogor (w. 1901), Rd. Haji Hasan Cianjur (Mursyid Tarekat Khalidiyah Naqsyabandiah) yang wafat di Singapura (w. 1848), Kiai Abdul Salam Hood, penghulu Purwakarta-Karawang akhir abad 19 M dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Syekh Baing Yusuf Purwakarta adalah salah satu pilar utama sanad keilmuan dan episentrum tradisi intelektual Islam tradisional di tatar Sunda pada zamannya.

Selain Syekh Baing Yusuf Purwakarta, pilar-pilar sanad keilmuan ulama Sunda pada generasi yang bersamaan adalah Kiai Mulabaruk Garut (w. 1850-an), Kiai Ubaidah Sidoresmo Surabaya (w. 1860-an), Kiai Hasan Basori Kiarakoneng (w. 1865), Kiyai Hasan Maulani atau Ki Ageng Lengkong Kuningan (w. 1874), Kiai Shoheh Bunikasih Cianjur (w. 1885) dan lain-lain.

Hal penting lainnya adalah para ulama yang menjadi pilar tradisi keilmuan Islam ini juga memiliki jejaring dengan pasukan ulama-santri Perang Diponegoro (Java Oorlog, 1825-1830).

Selain itu Syekh Baing Yusuf memiliki sejumlah karya, di antaranya adalah Risalah Tasawuf dan Fikih yang ditulis dalam bahasa Sunda Pegon. Karya tersebut pernah dicetak secara litograf oleh percetakan al-Muhammadi yang berbasis di Bombay (sekarang Mumbai, India) pada tahun 1332 H (1913 Masehi).

Dalam acara tersebut hadir pula jajaran pengurus JATMAN Syu’biyyah dan Ghusniyyah Purwakarta, Ketua Satkoorcab Banser Purwakarta, staf ahli bupati, kepala bidang kebudayaan perpustakaan Purwakarta dan ahli silsilah keluarga Baing Yusuf generasi ke-5.

Dalam rangka menghormati perjuangan syekh Baing Yusup Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam hal ini Bupati Purwakarta Hj Anne Ratna Mustika berdasarkan rujukan dan usulan dari Ketua PC GP Ansor ajengan Muda Cep Muhamad Mahmud meresmikan perubahan nama jalan yang semula bernama jalan Baru kini berganti Jalan Baing Yusup.

Bupati Purwakarta mengatakan, perubahan jalan baru tersebut berawal dari usulan PC GP Ansor dan usulan tersebut kami anggap itu usulan yang luar biasa dan kami selaku pemerintahan mengapresiasi dan merealisasikan usulan tersebut.

“Ini sangat luarbiasa usulan dari Ketua PC GP Ansor, maka kami pandang perlu untuk merealisasikannya, pasalnya nama Syekh Baing Yusup adalah ulama besar yang patut kita abadikan baik dalam pembangunan spiritual maupun dalam pembangunan pisik seperti nama masjid agung dan hari ini jalan baru kami ganti dan tetapkan jadi nama jalan syekh Baing Yusup,” ucapnya.

Ditempat yang sama, ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) purwakarta Ulama Muda Cep Muhamad Mahmud mengatakan, Kami atas nama GP Ansor mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Purwakarta yang telah merealisasikan usulan kami atas digunakan nya nama ulama besar kami syekh Baing Yusup yang kami nilai berkontribusi dalam perjuangan di Purwakarta.

“Alhamdulillah,jazakumullah خير كتسيران semoga perubahan jalan ini menjadi berkah untuk Bupati Purwakarta khususnya dan masyarakat purwakarta umumnya,” ungkapnya. (Boy)

2 tanggapan untuk “Jalan Syeh Baing Yusuf Resmi Gantikan Nama Jalan Baru

  • 23 Desember 2022 pada 16:47
    Permalink

    Untuk perubahan purwakarta selain merubah nama jln Baru.. Sebaiknya di tengah situ buled di bangun mesjid bkn air mancur krn sy pernah d perlihatkan di tengah situ buled Ada bangunan mesjid Dan ada sosok Pria tinggi berpakain putih d dlm mesjid itu..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.